Berpuasalah Seperti Ulat, Jangan Berpuasa Seperti Ular

Hakikat puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus saja, namun kita juga harus menahan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik

28 Mei 2021 - 17:39
Berpuasalah Seperti Ulat, Jangan Berpuasa Seperti Ular

Puasa Ular

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan ular adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.

Ular tidak serta merta bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus berpuasa tanpa makan dalam kurun waktu tertentu.

Setelah puasanya tunai, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

Pelajaran yang bisa diambil dari puasanya ular, adalah:

  1. Wajah ular sebelum dan sesudah puasa, tetap sama.
  2. Nama ular sebelumd dan sesudah puasa tetap sama, yakni ular.
  3. Makanan ular sebelum dan sesudah puasa, tetap sama.
  4. Cara bergerak sebelum dan sesudah puasa, tetap sama.
  5. Tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa, tetap sama.

Puasa Ulat

Ulat termasuk hewan yang paling rakus, karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Akan tetapi, begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa.

Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya.

Karenanya, ia asingkan diri. Badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon, seekor mahluk baru yang sangat indah bernama kupu-kupu.

Pelajaran yang bisa diambil dari puasanya ulat, adalah:

  1. Wajah ulat sesudah puasa, berubah indah mempesona.
  2. Nama ulat sesudah puasa, berubah menjadi kupu-kupu.
  3. Makanan ulat sesudah puasa, berubah mengisap madu.
  4. Cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa, berubah terbang.
  5. Tabiat dan sifat berubah total. Ketika masih jadi ulat, menjadi perusak alam sebagai pemakan dedaunan, begitu menjadi kupu-kupu, menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan dengan cara membantu penyerbukan bunga.

Kesimpulan

Hakikat puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus saja, namun kita juga harus menahan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, sehingga ke depan, kita bisa menjadi lebih baik lagi daripada hari ini.

Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin takwa dan mampu menjadi "khairun al-naas anfa'uhum li al-naas", (sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

 
KIKANATUR.com bukan pemilik artikel ini, artikel ini didapat dari grup percakapan online. Jika Anda pemilik sah artikel ini dan keberatan ditayangkan di KIKANATUR.com, silahkan hubungi kami menggunakan formulir kontak (tujukan kepada Klaim Artikel), cantumkan URL artikel ini dan bukti yang menguatkan bahwa artikel ini milik Anda, kami akan menghapusnya dari KIKANATUR.com. Terima kasih.
459 | 0 | 7 | 0,00 / 0 | 0
Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya