Permata di Bawah Pelana      

Hidup dengan integritas adalah penghargaan terhadap diri sendiri

20 Juni 2022 - 10:00
Permata di Bawah Pelana

Satu ketika, ada seorang saudagar yang sedang berjalan di pasar menemukan seekor unta bagus yang dijual.

Saudagar dan si penjual unta sama-sama negosiator yang terampil, mereka melakukan tawar-menawar dengan begitu gigihnya. 

Akhirnya, tercapailah kata sepakat, penjual unta merasa senang dengan ketrampilannya. Ia mendapatkan apa yang menurutnya harga terbaik untuk menjual untanya.

Saudagar itupun merasa puas karena telah mendapatkan kesepakatan harga yang fantastis. Dengan bangga ia berjalan pulang membawa unta tersebut, tambahan terbaru yang baik untuk peternakannya.

Saat tiba di rumah, saudagar itu menyuruh pelayannya untuk melepaskan pelana di punggung unta tersebut. 

Dengan sedikit kesulitan, pelayan itu akhirnya bisa melepaskan pelana yang berat itu seorang diri.

Setelah dilepas, pelayan itu menemukan sebuah kantong beludru kecil di bawah pelana, yang ternyata dipenuhi dengan permata berharga!

Pelayan itu berseru dengan semangat, "Tuan, tuan membeli unta..., tapi lihat apa yang datang bersamanya dengan gratis!"

Saudagar itu merasa heran ketika melihat perhiasan di telapak tangan pelayannya.

Perhiasan itu memiliki kualitas luar biasa, berkilau dan berkelap-kelip di bawah sinar matahari.

"Aku membeli unta, tidak bersama perhiasannya. Aku harus segera mengembalikan-nya ke penjual unta.", ujar saudagar itu.

Pelayan itu terperanjat dan sempat terpikirkan bahwa tuannya benar-benar bodoh. 

"Tuan..., tidak ada yang akan tahu.", ujar pelayan itu.

Tetapi saudagar itu segera kembali ke pasar dan menyerahkan kantong beludru ke penjual unta.

Penjual unta sangat senang, "Saya lupa bahwa saya menyembunyikan perhiasan ini di pelana unta itu."

"Silahkan pilih salah satu permata sebagai hadiah.", ujarnya kembali.

Saudagar itu berkata, "Saya membeli unta dan sudah membayar harga yang adil hanya untuk unta saja, jadi tidak..., terima kasih, saya tidak perlu imbalan apapun."

Saudagar menolak terus, tetapi penjual unta tetap bersikeras untuk memberikan saudagar tersebut hadiah.

Akhirnya si saudagar berkata dengan tersenyum, "Sebenarnya ketika aku memutuskan untuk membawa kantong itu kembali kepadamu, aku sudah mengambil dan menyimpan dua permata yang paling berharga."

Penjual unta agak terperangah dengan pengakuan tersebut, dengan cepat mengosongkan kantong untuk menghitung permata di dalamnya.

Namun dia sangat bingung, "Semua perhiasan saya ada di sini. Perhiasan apa yang Anda simpan?"

"Dua yang paling berharga," kata si saudagar.

"Integritas dan Penghargaan terhadap diri sendiri."

Apa itu Integritas?

Yaitu:

"Kemampuan diri untuk melakukan hal yang benar 
atau
Memilih melakukan hal yang benar ketika Anda tahu sebetulnya bisa lolos ketika melakukan hal yang salah."

Miliki hidup yang penuh Integritas, dengan demikian memberikan Penghargaan diri sendiri untuk selalu bersikap benar dengan jujur dan adil.

Selamat pagi, GBU.

 
KIKANATUR.com bukan pemilik artikel ini, artikel ini didapat dari grup percakapan online. Jika Anda pemilik sah artikel ini dan keberatan ditayangkan di KIKANATUR.com, silahkan hubungi kami menggunakan formulir kontak (tujukan kepada Klaim Artikel), cantumkan URL artikel ini dan bukti yang menguatkan bahwa artikel ini milik Anda, kami akan menghapusnya dari KIKANATUR.com. Terima kasih.
Tag
201 | 1 | 1 | 7,00 / 1 | 0
Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya
Artikel Sebelumnya:
Artikel Selanjutnya: