Belajar Dari Ban, Filosofi Tentang Ban       

Orang bijak selalu bisa mendapatkan nilai-nilai tentang kehidupan, termasuk dari sebuah benda bernama "ban"

26 Agustus 2021 - 13:17
Belajar Dari Ban, Filosofi Tentang Ban

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka.

"Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?" tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum.

"Sini nak! kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya.

"Belajar dari ban?" mata sang anak membelalak. "Lebih pintar mana ban ini daripada ibu guru di sekolah?"

Sang ayah tertawa.

"Gurumu tentu pintar nak! tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya."

"Pertama, ban selalu konsisten bentuknya yaitu bundar. apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek nenekmu. ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat." si bocah mulai serius. "Benar juga ya, yah."

"Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. ketika ada banjir, dia juga yang harus mengalami langsung. bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah. "Aku tahu, pasti ban ya, yah?" jawab sang bocah antusias. "Benar sekali..."

"Ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

"Keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. ban selalu senang bekerja sama. ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?" "Woow! benar juga yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah. "Nah!"

"Kelima, ban meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya." "Maksud ayah apa?" tanya si bocah bingung. "Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?" tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah. "Ingat dong yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?" "Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. sofanya empuk, ac-nya dingin, dashboardnya keren. jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memujinya. padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau sampai bannya kempes atau bocor." "Wh, iya ya, yah! aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas.

"Keenam, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. kita tak akan pernah sampai ke tujuan." sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, dan jangan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan dan kedisiplinan di manapun kau berada. itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita."

"Semangat untuk terus berbagi kebaikan dalam segala kondisi. Kesuksesan seseorang bukan dilihat dari banyaknya kekayaan yang dimilikinya atau tingginya jabatan yang dikuasainya tetapi seberapa bermanfaat hidupnya bagi kehidupan orang lain dan makhluk hidup lainnya."

 
KIKANATUR.com bukan pemilik artikel ini, artikel ini didapat dari grup percakapan online. Jika Anda pemilik sah artikel ini dan keberatan ditayangkan di KIKANATUR.com, silahkan hubungi kami menggunakan formulir kontak (tujukan kepada Klaim Artikel), cantumkan URL artikel ini dan bukti yang menguatkan bahwa artikel ini milik Anda, kami akan menghapusnya dari KIKANATUR.com. Terima kasih.
1.2K | 1 | 5 | 8,00 / 1 | 0
Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya