Bahagia Itu Sederhana Dengan Memberi

Kita tidak kehilangan dengan memberi, tetapi kita malah banyak mendapatkan dari memberi

25 Juli 2021 - 16:51
Bahagia Itu Sederhana Dengan Memberi

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang dan lusuh.

Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mahasiswa melihat kepada dosennya dan berkata, "Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas karena kehilangan sepatunya."

Dosen itu menjawab, "Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang lain. Kamu kan seorang yang kaya dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya..."

"Sekarang coba kamu masukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun itu?"

Sang mahasiswa sangat takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi.

Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia berjalan menuju tempat dia meninggalkan sepatunya sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata, uang!
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang!
Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. 

Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorang pun.

Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap, "Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Engkau yang maha Pengasih dan Penyayang..., Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan..."

Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Tuhan Yang Maha Pemurah.

Sang mahasiswa sangat terharu dengan pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu. Tanpa sadar, air matanya menetes.

Sang dosen yang bijak tersebut pun berkata pada mahasiswanya, "Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun itu?"

Sang mahasiswa menjawab, "Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku." Sekarang aku paham makna kalimat "Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi."

Sang dosen melanjutkan nasehatnya, dan ketahuilah bahwa bentuk pemberian itu bermacam-macam:

  • Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian.
  • Mendoakan teman dan saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.
  • Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk, juga suatu pemberian.
  • Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.

Ini semua adalah "pemberian"

Marilah kita saling "memberi dan berbuat baik", niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.

Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk sesama.

 
KIKANATUR.com bukan pemilik artikel ini, artikel ini didapat dari grup percakapan online. Jika Anda pemilik sah artikel ini dan keberatan ditayangkan di KIKANATUR.com, silahkan hubungi kami menggunakan formulir kontak (tujukan kepada Klaim Artikel), cantumkan URL artikel ini dan bukti yang menguatkan bahwa artikel ini milik Anda, kami akan menghapusnya dari KIKANATUR.com. Terima kasih.
648 | 0 | 3 | 0,00 / 0 | 0
Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya
Artikel Sebelumnya: