Sakit Karena Mengunci Diri Sendiri

Jangan simpan dendam dan benci, karena akan merugikan diri sendiri

08 Januari 2022 - 10:00
Sakit Karena Mengunci Diri Sendiri

Seorang wanita mengalami mimpi aneh, dia melihat banyak orang-orang terkurung di dalam sebuah rumah gelap dengan kunci berkarat di pintu, yang memohon untuk dikeluarkan. 

Namun hatinya tak tersentuh sama sekali untuk membukanya. Dadanya terasa sakit setiap kali terbangun dari mimpi!

Seiring berlalunya waktu, ia pun jatuh sakit karena sakit dada, sering merasa cemas serta gelisah dengan sendirinya.

Suatu waktu ia mendengar bahwa ada seorang Pertapa tua yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit aneh di pelosok terpencil di negara Thailand, lalu ia pun memutuskan melakukan perjalanan jauh mengunjunginya. 

Pertapa tua berkata: "Tidak sulit, saya akan memberimu sebuah kunci emas. Gantungkan kunci itu di dadamu dan ingat gunakan kunci emas itu untuk membuka pintu rumah gelap itu, saat kau bermimpi yang sama. Penyakitmu akan hilang setelah kau keluarkan orang-orang di dalam rumah itu."

Wanita tersebut menghaturkan terima kasih kepada Pertapa tua itu dan kembali ke rumahnya dengan membawa kunci emas tersebut.

Ternyata benar..., mimpi yang sama terjadi lagi beberapa hari kemudian.

Kali ini, ia mendekat untuk melihat ke dalam rumah gelap itu dan menemukan orang-orang itu, ternyata orang orang itu adalah orang-orang yang ia benci, antara lain ibu mertua yang biasa memakinya, seorang tetangga yang sering menjelekkannya, pacar yang dulu meninggalkannya, seorang teman masa kanak-kanak yang pernah mendorongnya ke parit kotor dan membuat ia hampir tenggelam, dan semua orang yang amat sangat dibencinya. 

Ia melihat lebih lanjut dan menemukan seekor anjing yang lumpuh. Ia teringat akan anjing itu yang biasanya mengejar dan berusaha menggigit dia dalam perjalanannya ke sekolah saat masih anak-anak. 

Ia memutuskan untuk tidak membuka pintu tersebut karena merasa bahwa mereka pantas dihukum, sebagai balasan sakit hati yang masih terpendam dalam dirinya. 

Ia tidak jadi menggunakan kunci emas miliknya meskipun mereka semua memohon-mohon sambil menangis-nangis minta tolong. 

Enam bulan telah berlalu namun penyakitnya semakin memburuk. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi mengunjungi Pertapa tua lagi.

Pertapa tua berkata: "Kamu hanya mempunyai satu kesempatan lagi. Jika kamu melewatkan kesempatan terakhir ini, kunci emas itu tidak akan mampu membantumu lagi. Ayolah...,  kamu akan mengalami mimpi yang sama lagi malam ini! Kamu harus membuka pintu sebelum karat menutupi keseluruhan kunci itu."

Sesuai prediksi Pertapa tua itu, ia mengalami mimpi yang sama lagi malam itu, tetapi kali ini tanpa keraguan, ia langsung mengeluarkan kunci emas dan membuka pintu rumah gelap itu dengan susah payah.

"Klaak!" Orang-orang di dalam rumah tersebut pun bergegas keluar semua. 

Terakhir tampak seorang wanita berjalan perlahan di belakang mereka. Ia tampak dekil, kusam, lemah dan menyedihkan..., tampak wanita itu menyerupai dirinya. Ya benar..., dia!

Lalu rumah tua dan gelap itu tiba-tiba runtuh tak lama setelah wanita terakhir itu berjalan keluar. Sinar matahari langsung memancar ke bawah. Sangat terang dan ia pun terbangun dari tidur lelapnya.

Ia mendengar suara Pertapa tua:

"Mengurung orang lain adalah seperti mengunci diri sendiri. mengunci masa lalu adalah seperti menyekat batin sendiri. kebencian menumpuk di dalam rumah gelap itu. buka jendela maaf, buka juga pintu pertobatan dan biarkan sinar matahari kedamaian masuk ke dalaM."

Kemudian entah mengapa penyakit wanita itupun segera hilang dengan sendirinya. Matanya tampak berbinar, wajahnya tampak cerah, dan ia tampak kembali sehat segar berseri.

Apakah kita masih memiliki rumah gelap di dalam batin kita? Janganlah menyimpan dendam dan benci yang kuat di dalam batin. Berusahalah untuk menyapu dan membuang sampah yang tak berguna di gudang kesadaran kita.

Bersihkanlah semua, karena setelah bersih, akan muncul kebijaksanaan dengan sendirinya. Bertambah bijak penuh welas asih.

Dengan tubuh, pikiran, dan batin yang bersih sehat maka akan muncul awal Kebahagiaan.

Pemaaf itu bukan rendah diri, tetapi suatu sikap terbuka yang mampu mengikis ego dan kegelapan batin.

Selamat berjuang untuk mengalahkan diri sendiri.

Semoga Bermanfaat

Semoga Semua Makhluk Hidup Bahagia

Sadhu..., sadhu..., sadhu....

 
KIKANATUR.com bukan pemilik artikel ini, artikel ini didapat dari grup percakapan online. Jika Anda pemilik sah artikel ini dan keberatan ditayangkan di KIKANATUR.com, silahkan hubungi kami menggunakan formulir kontak (tujukan kepada Klaim Artikel), cantumkan URL artikel ini dan bukti yang menguatkan bahwa artikel ini milik Anda, kami akan menghapusnya dari KIKANATUR.com. Terima kasih.
316 | 0 | 7 | 0,00 / 0 | 0
Kirim ke teman Versi cetak Komentar
Penilaian Saya